Saturday, January 19, 2013

Fungsi Sistem Operasi




Program-program dan aplikasi mempunyai fungsi dan pekerjaan yang berbeda­ beda. Fungsi-fungsi yang berbeda itulah yang membantu menyele­saikan pekerjaan. Beberapa fungsi OS, antara lain sebagai berikut:


 Sistem Booting
Proses booting terjadi pada saat dimulainya menghidupkan sistem komputer. Pada tahap ini, OS akin mengecek dan menyimpan konfigurasi hardware, seperti monitor dan memori internal. Hal ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

  Manajemen Proses
Inti proses yang ada di dalam memori utama adalah mengarahkan pengembalian program ke dalam memori utama untuk dieksekusi oleh CPU. Selanjutnya, OS mengelola memori tersebut, yaitu partisi lokasi memori dan urutan data dalam memori.

 Manajemen Memori
Fungsi OS yang lain adalah mengelola memori yang terdiri dart partisi per program dan virtual memori. Hal ini dilakukan dengan mensimulasikan hardisk sebagai perluasan dart memori utama sehingga memori utama mempunyai kapasitas yang lebih besar daripada kapasitas fisik sebenarnya.

Manajemen File
Pengaturan dan pengaksesan file yang disimpan dalam penyimpanan sekunder juga menjadi tugas OS. OS membuat dan mengatur struktur direktori serta operasi-operasi terhadap file sebagai contoh copy, delete, rename, dan paste.

Task Management
Pekerjaan atau task yang dilakukan oleh OS dapat diatur dengan pengaturan.

 Formatting
OS digunakan untuk memformat Disc [ Harddisc maupun removable disc] yang belum siap dipakai sehingga siap untuk dipakai oleh user.

Keamanan Data
OS mengelola akses control terhadap file, seperti dalam penggunaan password.

User Interface
OS menyediakan interface (antarmuka) yang berbasis grafis atau GUI (Graphic User Interface) agar user dapat bekerja dengan perangkat lunak lainnya.

 Toleransi Kesalahan
OS akan menangani kesalahan yang ada sehingga komputer tetap akan berjalan ketika terjadi kesalahan. Kesalahan yang akan ditangani, antara lain kesalahan memori, komponen komputer yang bcrulang-ulang, dan kesalahan user.